kartika prasetya sari


Perawat rumah sakit memiliki tuntutan yang tinggi untuk melayani pasien pada setiap waktu selama 24 jam agar pasien merasa selalu dilayani dengan baik. Tingginya tuntutan kerja, yang seringkali melebihi kemampuan perawat, menyebabkan banyaknya keluhan kesehatan pada perawat dan mengalami stres kerja tingkat tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan penyusunan suatu alat ukur yang dapat mengetahui potensi stres kerja pada perawat. sehingga faktor-faktor yang dapat menjadi potensi utama timbulnya stres kerja dapat dianalisis untuk meminimasi timbulnya stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stres kerja pada perawat. dan  menyusun alat ukur untuk mengetahui potensi stres kerja pada perawat dengan menggunakan metode FMEA. Faktor yang mempengaruhi stres kerja berhasil diidentifikasi yaitu beban kerja dan hubungan interpersonal dari faktor yang mempengaruhi stres kerja kemudian diidentifikasi dengan metode FMEA dan diperoleh alat ukur potensi stres kerja yang berisikan 12 pertanyaan dengan skala likert


Baker, A, Roach, G, Ferguson, S & Dawson, D, 2004, ‘Shiftwork experience & the value of time’, Ergonomics, vol. 47, no. 3, pp. 307-317.

Beehr, TA dan Newman, JE, 1978, ‘Job stress, employee health and organizational effectiveness: a facet analysis, model and literature review’, Personnel Psychology, vol. 31, pp. 665-699

Bernhardt A, Dresser L & Hatton E, 2003, ‘The coffee pot wars: Unions and firmrestructuring in the hotel industry’, dalam Appelbaum E, Bernhardt A, Murnane RJ (ed), Low-wage America: How employers are reshaping opportunity in the workplace, Russell Sage Foundation, New York.

Boswell, GH, Kahana, E & Dilworth-Anderson, P, 2006, ‘Spirituality and healthy lifestyle behaviors: Stress counter-balancing effects on the well-being of older adults’, Journal of Religion & Health, vol. 45, no. 4, pp. 587-602.

Charu, M 2012, ‘Occupational Stress and Its Impact on QWL with Specific Reference to Hotel Industry’, Advance in Management, vol. 5, no. 9, pp. 50-54.

Cox, T, Griffiths, A, Houdmont, J, 2006, Defining a case of work-related stress, Research Report, Health & Safety Executive.

Gecky, P, Izumi, N & Hasida, K, 2010, ‘Service science, quo vadis’, International Journal of Service Science, Management, Engineering, and Technology, vol. 1, no. 1, pp. 1-16

Krause, N, Scherzer, T & Rugulies R, 2005, ‘Physical Workload, Work Intensification and Prevalence of Pain in Low Wage Workers: Result from a Participatory Research Project with Hotel Room Cleaners in Las Vegas’, American Journal of Industrial Medicine, pp. 1-12.

Lepine, JA, Podsakoff, NP, Lepine, MA, 2005, ‘A meta-analytic test of the challenge stressor-hindrance stressor framework: an explanation for inconsistent relationships among stressors and performance’, Academy of Management Journal, vol. 48, no. 5, pp. 764-775.

Malik, N, 2011, ‘A Study on Occupational Stress Experienced by Private and Public Bank Employess in Quetta City’, African Journal of Business Management, vol. 5, no. 8, pp. 3063-3070.

Sari. K.R.T.P, Munawi. H.A, Wicaksono. Y.S, 2017’ Aplikasi Principal Component Analysis (PCA) untuk Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Stres Kerja, Prosiding Snatika, STIKI, Malang.

Villacourt, M, 1992, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA): A Guide for Continuous Improvement for The Semiconductor Equipment Industry, International Sematech, Inc



  • There are currently no refbacks.

Jurnal Inkofar diindeksi di

 RJI Main


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats